“AQJ” ?

Last Night accident  was indeed a Bad News, but … it also seems to be a Good News for our press reecently. Pagi ini, sebelum saya berangkat ke kampus, beberapa penjual koran di traffic light menjajalkan koran dengan headline serupa namun tak sama. “Putra Ahmad Dhani Renggut 6 Nyawa”, “Dul Tewaskan 6 Korban Jiwa dalam Kecelakaan Maut” dan beberapa judul lainnya, dengan kalimat lebih sopan, namun inti yang sama.

Sebelom cuap cuap lebih lanjut, buat yang mungkin belom tau apa yang terjadi, bisa liat di sini.

Minggu, 8 September 2013 pagi-pagi nonton TV dengan headline berita kecelakaan putra bungsu Ahmad Dhani, sebagai instagram user yang sering kepo sama kehidupan anak-anak masa kini, berita pagi itu JELEGER ! bikin kaget, pake banget. Siapa sih yang ga kenal si bungsu dari trio kece, anak Ahmad Dhani-Maia ini. Well, focus !  yang bikin kagum (lagi-lagi) media di Indonesia ini DAHSYAT loh. Kenapa ? jelas aja, coba deh, siapa sih yang bisa mem-blow-up pemberitaan tentang sebuah kecelakaan di jalan tol selain media massa ? hilang aja deh gitu berita tentang Rudi Rubiandini (SKK Migas), hilang juga lah tentang aliran dana yang diduga masuk ke Cikeas. Jadi, siapa yang dahsyat ? Dul ? jelas bukan. Media massa kita lah yang sungguh pemaaf dan dengan sangat spektakuler melupakan pemberitaan (yang mungkin saja) sebenarnya jauh lebih penting.

But then, well. It’s the power of media that used to be called as Agenda Setting” – Eugene F. Shaw. Media massa bebas menentukan agenda apa yang (dianggap) penting oleh media untuk ditampilkan ke publik. Jadilah, memang sah-sah saja kalau media massa tiba-tiba beralih dari isu korupsi, ke isu kecelakaan seorang anak musisi, yang baru aja marah-marah pas wawancara di TV ONE barusan (coba cari di YouTube yah).

Awalnya sih, pemberitaan media mengenai isu ini masih dibilang wajar dan berimbang, tapi selang satu hari aja … udah deh. Panen tuh judul-judul ‘panas’ kayak “Mobil Maut Dul”, “Kecelakaan Maut Dul” , “Tubruk Maut atas Mas Dul” dan lain sebagainya. Sebenernya banyak pertanyaan yang muncul dibenak saya, kok ujug-ujug nyantumin nama anak, yang media sendiri sering digembor-gemborkan di bawah umur secara gamblang ? bukannya media, khususnya wartawan itu tau kode etik ya ? dimana anak di bawah umur, apalagi yang belom ditetapkan bersalah di mata hukum itu tidak boleh disebutkan nama dan identitas di muka umum. Jadi, sebenernya media ini juga melakukan eksploitasi terhadap anak di bawah umur dong ? dengan yakin saya akan menjawab iya !

Tanpa bermaksud berada di tim manapun ya ! persoalan hukum sih ada di ranah lain lagi. Tapi, kenapa saya beranggapan bahwa media melakukan pelanggaran UU perlindungan anak adalah jelas, pertama ! seperti yang udah saya bilang, menyebutkan identitas anak di bawah umur (sekalipun dicurigai sebagai tersangka kejahatan), kedua ! eksploitasi berlebihan terhadap pemberitaan ini. Coba deh, kalau aja kecelakaan ini pelakunya bukan anak dari musisi ternama, apa iya blow up media bakal sebesar ini ? kalau aja publik ga kenal sama pelaku, bakal di ekspos ga ?

Siap-siap aja deh, selama belum ada kasus lain yang lebih fenomenal, niscaya, suka ga suka, berita ini akan menjuarai setiap headline utama program berita, dan (tolong dicatat!) infotainment pasti bakal berkisar tentang isu kecelakaan tol Jagorawi, belum lagi ditambah pembicaraan social media yang dari semalem udah rame. Mau sampai kapan sih media massa jadi begitu pelupa dan pemaaf ? mau sampai kapan juga kita ‘terlena’ oleh hal itu ?

Advertisements

One thought on ““AQJ” ?

  1. Pingback: Yuk Kita Kepo | anggitawn's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s