Dari Penyiar ke Caisar

Ngalamin enggak sih era kejayaan radio ? dulu sih di masa itu, saya sering janjian sama teman-teman untuk kirim sms ke radio buat titip salam. Jadi, yang ditunggu bukan lagu yang bakal diputerin, tapi ketika sms itu dibaca si penyiar. Ibaratnya, penyiar di masa itu adalah ‘raja’. Sebenarnya, kalau dipikir lagi, lucu juga sih. Udah ada sms, ngapain coba titip salam lewat radio ? biar eksis kali ya hahaha :p

Sekarang sih, kita enggak perlu lagi menggantungkan usaha eksis sama sang penyiar. Cari aja foto kece, terus upload ke Facebook  & Instagram , bikin ocehan seru di Twitter , atau update semua kegiatan ke Path.

Tapi, ada kalanya juga ‘eksis’ itu terjadi tanpa usaha. Contohnya ? ‘Goyang Caisar‘ saya sendiri tau fenomena ini lewat twitter. Awalnya sempat bingung, kenapa goyangan ini dinamakan Caisar, padahal gerakannya enggak mirip ‘kaisar’ samasekali. Ternyata, Caisar itu adalah nama dari si empunya goyangan fenomenal ini. ‘Goyang Caisar’ pertama kali dipopulerkan melalui program Yuk Kita Sahur. Hebatnya, goyangan ini enggak cuma populer di kalangan penonton televisi saja. Adanya internet, memudahkan penyebaran pesan. Begitu juga dengan ‘Goyang Caisar’, beberapa pengguna media yang mengunggah video covering’ di YouTube merupakan salah satu ‘pintu utama kepopuleran ‘Goyang Caisar’ di masyarakat Indonesia. Setelah YouTube, twitter mulai diramaikan dengan hashtag #goyangcaisar. Bahkan, tutorial ‘Goyang Caisar’ di-share melalui berbagai forum jejaring sosial.

Coba deh bayangin kalau media masih harus diakses secara berurutan (sequential access). Setiap orang yang penasaran sama ‘Goyang Caisar’ harus nonton live dari awal sampai akhir, cuma buat nunggu bagian goyangannya, mungkin ‘Goyang Caisar’ enggak bakal se-hype ini. Perkembangan media memberikan kemudahan dalam mengakses konten media sesuai yang kebutuhan. Bukan hanya mengonsumsi, pengguna juga dapat memproduksi dan mengedit konten media, seperti yang ditunjukkan dengan gambar-gambar ‘Goyang Caisar’ yang tersebar dalam jejaring sosial.

Di sinilah kemudian yang menjadi isu utama bukan saja konten dari media itu sendiri, tetapi bagaimana kemudian media ini mempengaruhi ‘pesan’. Seperti apa yang dinyatakan McLuhan dalam bukunya Understanding Me : Lectures and Interviews  ‘Medium is the Message’. Perkembangan media disadari maupun tidak telah mengubah sikap kita dalam menerima konten media. Dulu, akses konten media terbatas pada media tradisional saja, namun kini adanya digitalisasi dan media baru mengubah gaya konsumsi media. Menariknya, perkembangan media juga mampu mengubah tatanan dalam masyarakat. Saya mengalami masa dimana komunikasi face to face merupakan hal yang penting, tapi sekarang komunikasi menjadi jauh lebih mobile, dan face to face bukan lagi satu-satunya cara untuk berkomunikasi.

Konvergensi media bukan hanya soal teknologi komunikasi berkembang, namun juga bagaimana perkembangan tersebut melahirkan efek yang lebih jauh lagi. Participatory Culture dan Collective Intelligence misalnya, menciptakan ruang baru bagi pengguna media dimana mereka saling menumpahkan pendapat mengenai konten tersebut, dan kemudian satu ide dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih besar lagi.

Berawal dari sebuah goyangan, menjadi remix di YouTube, hash tag twitter, bahkan gambar animasi. Hal ini menunjukkan bagaimana pengguna memegang kekuasaan dalam proses produksi konten, sehingga pada akhirnya kualitas tidak menjadi satu-satunya filter. Jelas saja, secara koreografi, ‘Goyang Caisar’ tidak seperti tarian boyband atau girlband yang diciptakan dengan rapi, dan diperagakan oleh good looking person, tapi toh tetap saja laku atau tidaknya konten media bergantung pada kita.

In the end, media has and will always continue to evolve. Media convergence is happening, it doesn’t matter whether you like it or not, it’s going to happen.

Advertisements

2 thoughts on “Dari Penyiar ke Caisar

    • Jadi maksudnya ya, times goes by, media is changing. Cara buat menggunakan media juga berubah, user semakin aktif lagi memproduksi konten begituuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s