Copyright : Simple thing, yet hard to deal with. (Part I)

Semasa baru lulus SMP foto saya sempat dijadiin profile picture user lain di Facebook. Eh ? kok bisa ? saya juga bingung. Tiba-tiba aja teman saya (waktu itu belum ada BBM) nanya via SMS.

“Raz, bikin FB baru ya ?”

Spontan saya heran, dan justru nanya balik.

“HAH ?! Kenapa emangnya ?”

Karena teman saya tidak kunjung membalas sms (mungkin pulsanya abis), dan udah keburu penasaran, alhasil saya langsung tancap gas menuju warnet terdekat. Pucuk di cinta, ulam pun tiba, sesampainya di warnet, sms balasan dari teman saya muncul.

“Coba search deh ‘PoEtRy ChAnTiquE’ “

Yah, sedih. Bukan masalah karena foto saya dipakai user lain, tapi karena user name-nya itu bikin agak ilfeel . Well, anyway. Setelah cek account facebook saya, dan account user yang ternyata memang menggunakan foto saya, cuma satu hal yang saya lakukan pada saat itu. Tulis status facebook yang isinya bilang kalau saya enggak punya account lain. Kalau aja hal itu terjadi sekarang,  saya bisa report report user itu ke Facebook atau bahkan menuntut si pengguna palsu karena pelanggaran copyright.

Copyright, sounds familiar doesn’t it ?

Saya sih (di masa itu) ngeh-nya copyright itu cuma dimiliki sama orang-orang yang bekerja dalam sebuah industri ‘serius’, misalnya industri musik, film, buku dsb. Padahal, sebenarnya term ‘copyright’ itu mengacu pada hak yang dimiliki oleh creator terhadap apapun creative content yang mereka hasilkan.

“Creative work has value; whenever I use, or take, or build upon the creative work of others, I am taking from them something of value. Whenever I take something of value from someone else, I should have their permission. The taking of something of value from someone else without permission is wrong.” (Free Culture-Lessig Lawrence)

Nah, pertanyaan kemudian ‘creative work’ ini indikatornya apa ? (tolong digarisbawahi, ini asumsi saya saja) ya apa saja yang merupakan hasil ‘kreativitas’ kita. Pemikiran misalnya dapat menghasilkan hal-hal sederhana (ocehan twitter, editan foto) atau bahkan hal kompleks (musik, buku, karya film dan lain sebagainya).

Berarti, ketika mengambil sebuah gambar di google, ngedit dan posting via Instagram (dengan credit kita) merupakan sebuah pelanggaran copyright ? jawabannya bisa dua hal. Iya, karena foto yang di-edit merupakan hasil karya orang lain dan tidak, karena editan tersebut merupakan hasil kreativitas si pengguna. Kesimpulannya, sekalipun gambar tersebut diedit sesuai dengan kreativitas pengguna, PENTING untuk mencantumkan copyright sumber. Malah lebih bagus lagi kalau minta izin dulu kepada si empunya.

Jangan kaya jelangkung yang datang tak dijemput, pulang tak diantar !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s