Living in Parody World: a story of glocalization

I was searching some videos on YouTube, when suddenly bumped into SHINee’s parody video made by Indonesian people. Believe it or not, I laughed so hard watching this video. Maybe, you should watch it first =)

 

Jadi, buat yang belum tau, SHINee adalah salah satu boyband jebolan SM Entertainment yang juga menaungi Super Junior dan Girls Generation (SNSD). I assume that most of you know these latter idol groups. Secara keduanya merupakan ‘icon’ K-Pop. Some of you may have a different argument with me, no hurt for any other fandom ! haha. Saya sendiri mengenal K-Pop, setelah mendengar lagu Super Junior-Sorry-Sorry. Jadi, sekalipun saat ini gelombang korea terus menggulung berbagai wilayah di dunia, dan menyebabkan lebih banyak Korean idol dikenal, saya tetap percaya keduanya merupakan ikon Korean Wave (well, aside from PSY!).

Mungkin akan ada beberapa orang yang bosan membaca tulisan saya kali ini, but personally I found that Korean Wave is interesting, I mean, I’ve never imagined any other form of globalization except ‘Americanization’. Sebuah konsep yang akan selalu muncul di kepala saya mengenai globalisasi adalah proses satu arah dari barat-timur. Dan, output-nya adalah kebarat-baratan. Ternyata ? salah besar. Sekarang kita hidup dimana term globalisasi tidak sesempit itu. Kejayaan Korea, dan Jepang merupakan bukti kecil bahwa globalisasi juga melibatkan proses arus informasi dari timur-barat. So, I simply conclude that globalization is a free-flow information process which has no direction, whether it will go north-south or even east-west vice versa.

Ada sebuah konsep baru yang saya pelajari minggu lalu, it is calledglocalization”. Bukan, ini bukan typo! secara singkat, konsep tersebut mengacu pada arti “melokalkan yang global”.

Video SHINee di atas merupakan salah satu contoh dari glocalization. Sebenarnya, kalau dipikir lagi, luar biasa sekali ya niat orang-orang yang rajin men-cover semua video ini, well anyway! video parodi K-Pop ini menunjukkan sebuah form glocalization, yang kalau ditanya saya juga enggak tau kenapa mereka melakukan hal ini. But the main point is: di era aliran arus informasi yang tidak lagi searah, dan seiring dengan makin aktifnya pengguna media. Akan terus muncul konten-konten dengan unpredictable meaning, Ya, siapa sangka sih video klip idol group secakep SNSD bakal jadi parodi Ike Nurjanah dan Kristina ?

(Indonesian Kpop Cover)

(Indonesian Kpop Cover)

 Mungkin saja, di masa depan warga Amerika beramai-ramai membuat video parodi SM*SH dan Cherrybelle, well who knows 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s