Selamat Hari Pahlawan !

I had a class with a spokesperson of Wikimedia last Wednesday ! bohooo.

(I didn't own this, it belongs to 9gag.com)

(I didn’t own this, it belongs to 9gag.com)

Wikipedia  jelas bukan sebuah situs yang asing lagi (well, for most of us). Tentu ada beberapa yang pernah mengakses situs ini untuk mengerjakan tugas, bahkan copy-paste semua yang ada di dalamnya (I did it when junior high school, ah it’s embarrassing to admit it). Wikipedia hadir dalam beberapa versi bahasa, salah satunya bahasa Indonesia. Sedihnya, beberapa artikel sekadar ‘terjemahan’ dari bahasa Inggris, jadi struktur bahasa dan isinya malah bikin bingung.

Ga  heran sih, karena ternyata ! jumlah ‘penyumbang’ artikel di Wikipedia Indonesia sangat rendah, dan semakin menurun setiap tahunnya. Yang lebih mengejutkan lagi, penyunting aktif Wikipedia rata-rata berusia 15 tahun. Pihak Wikimedia mengatakan ada gap user dalam Wiki, dimana mahasiswa (18 tahun ke atas) justru jarang, atau malah hilang samasekali dari proses penyuntingan.

Hal ini kemudian mengarah pada konsep collective intelligence, dimana seharusnya konvergensi media menciptakan sebuah ruang dimana pengguna di dalamnya bisa saling berbagi pengetahuan. Ingat produsage ? Yap! sebuah proses dimana user menjalani dua peran, mengonsumsi konten media dan juga memproduksi pada saat bersamaan. Hal yang seharusnya terjadi dalam Wikipedia, sebuah proses tanpa akhir, dimana user saling mengumpulkan pengetahuannya, berinteraksi dan memproduksi konten. Nyatanya ? Wikipedia Indonesia sebagai sebuah ‘alat produksi’ justru menjadi ‘wadah pengetahuan’ bagi para pengaksesnya, sementara hanya sebagian dari mereka yang mau berbagi pengetahuannya. Semacam parasitisme nggak sih ?

Beberapa argumen yang muncul kemudian adalah konteks pendidikan, ekonomi dan infrastruktur teknologi. Tapi, menurut saya pribadi, salah satu yang menjadi inti permasalahan collective intelligence di Indonesia adalah stigma ‘I’m not clever enough to share, I’m afraid of being judged, there’s gonna be another person who will do that, etc …’

Anggapan, rasa minder, bahkan yang paling parah ketidakpedulian inilah yang kemudian ‘menenggelamkan’ situs Wikipedia Indonesia. Sayang juga kan, kalau pengetahuan yang didapat cuma berhenti di kita aja. Indonesia kan ‘surganya’ remaja cerdas, jadi ada baiknya bertepatan dengan hari pahlawan (ceilah!) marilah kita sebagai generasi pembangun bangsa, mulai berkontribusi untuk negeri ini (I’ll start mine too, promise !).

NB: Oiya ! tiba-tiba saya inget. Ada satu lagi stigma Wikipedia itu nggak reliable, well, bukan anggapan yang salah, karena memang Wiki merupakan produk ‘bersama’, terbuat dari potongan-potongan pengetahuan berbeda. Nah! maka dari itu bacalah referensi terkait. Smart people always read credible source, and I know you do 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s