Fell for Ahok

I catched flu! a bad one, which made me unable to breath. This remind me of last winter flu. Well, anyway! since I was sick, and barely go anywhere during weekend. I’ll devote my weekend to post about my internship so far (actually this is an assignment from my senior) lol. He pursued me to post about my internship experience ROTFL. And, since I thought it is important, I’ll dedicate this post to be written in Indonesian.

***

Satu setengah bulan belakangan ini, saya magang di Kantor Staf Presiden, lebih tepatnya di bawah Kedeputian I, sebagai communication specialist LAPOR!. Tapi, karena satu dan lain hal, saya ‘dibajak’ untuk jadi pemagang One Data. Well, sebenernya bukan dibajak, karena toh keduanya tetep berjalan. Kalau kata senior saya sih “Satu kaki di LAPOR!, satunya lagi punya One Data.” Nah, mungkin belum pada familiar sama kedua program Kantor Staf Presiden (selanjutnya, akan disebut KSP) ini. Khusus untuk edisi kali ini, saya akan membahas One Data dulu ya.

Jadi, apa sih One Data itu ? One Data, adalah inisiatif Open Data yang sudah berjalan di Indonesia sejak tahun 2014. One Data, termasuk salah satu bagian implementasi e-government dan Open Government Indonesia (OGI). Sebenarnya, postingan soal Open Data bisa di liat, di blog saya. Tapi, akan saya ringkas biar sekalian. Open data adalah sebuah gerakan untuk meningkatkan akuntabilitas, dan transparansi pemerintah dengan membuka data. Tapi, tujuan dari membuka data ini, bukan hanya terbatas satu arah menciptakan iklim pemerintahan yang lebih akuntabel saja, adanya open data juga memungkinkan inovasi lebih lanjut dari publik. Gimana caranya ? Nah, sebelum dipublikasi, data-data pemerintah ini harus memenuhi syarat “terbuka”. Secara singkat, terbuka dalam dua hal. 1) terbuka bagi mesin, format file dapat diolah kembali, jadi semakin mentah data, semakin mudah diolah. 2) terbuka secara legal, data bukan informasi rahasia dan melanggar UU.

Kalau kata salah satu petinggi World Bank, yang sempat saya temui “Open data itu hanya sebuah langkah awal.” tentunya perlu sebuah peran serta aktif publik untuk memanfaatkan data tersebut. Lalu, apa saja yang sudah saya kerjakan selama 4 minggu ini ? tugas utama saya sebagai pemagang One Data, adalah 1. mengerti dan paham akan inisiatif ini, dan 2.sosialisasi. Selama satu bulan ini, saya beberapa kali ikut rapat dengan Kementrian/Lembaga terkait gerakan One Data. Beberapa diantaranya adalah kementrian keuangan, BPS, dan KPK. Saya juga pernah menghadiri forum Kementrian ESDM terkait dengan data makro ekonomi. Sejak magang di One Data, saya juga berkesempatan untuk datang diacara yang mencerahkan, dan bertemu orang-orang hebat di bidangnya. Saya pernah datang di forum Open Data yang diadakan oleh World Bank, dan terakhir, saya menghadiri peluncuran situs Open Data DKI Jakarta, dan pembukaan kompetisi HACKJACK 2015.

Khusus untuk acara terakhir yang saya hadiri, ada banyak cerita lucu dari pidato Pak Ahok, yang wajib kamu tonton di atas (cepetin aja ke bagian Ahok). He’s definitely tech savvy! having a governor like him, is such a gift, thus I dont get it why people hate him. Pertama kali, saya mendengarkan pidato Ahok, dan menurut saya, merupakan pidato terbaik yang pernah disampaikan orang penting di hidup saya. Selama kurang lebih satu jam, Ahok menyampaikan betapa pentingnya data bagi sebuah pemerintahan (dan, ini bukan lip service). Salah satu yang bikin saya kagum sama pemerintahan Ahok adalah, gayanya yang “Talk less do more”, kata senior saya, DKI Jakarta enggak banyak oceh soal smart city, open data dll, tapi sekalinya jadi, langsung rapi. Sama seperti peluncuran situs open data Jakarta yang tiba-tiba aja kelar, padahal enggak kedengeran gaungnya. Menurut saya, justru hal-hal kaya gini kok yang harusnya lebih dihighlight media, biar kita engga hopeless dan nyerah sama bangsa sendiri. Karena ternyata masih ada kok orang Pemerintahan yang cerdas, dan mau kerja keras buat membagun Indonesia.

Pidato Ahok, juga bikin saya sadar sekaligus bertanya “Najis, terus selama ini Gubernur DKI Jakarta sebelum Ahok, kerjanya ngapain aja dong ?” sounds too judgemental, but yes I do curious about it. Tonton videonya, so then you’ll know why I asked such thing. In the end, since I hate media, and I lose my belief on them. Daripada nungguin posting berita tentang Open data dan program bagus Pemerintah (while they found if bad side about Government is more interesting), melaui postingan ini, saya ingin mengajak teman-teman yang masih peduli dengan Indonesia, untuk tidak putus harapan. Dan jangan percaya media! haha. Jangan putus harapan untuk jadikan Indonesia yang lebih baik, dan jadilah harapan itu. Berhenti ngomel soal kinerja Pemerintahan, dan berkontribusi untuk lakukan perubahan. Magang di KSP, bikin says sadar kalau Indonesia mash punya banyak orang hebat yang peduli, dan masu kerja keras untuk Bangsa ini.

Buat yang masih penasaran soal kesempatan magang di Kantor Staf Presiden, khususnya One Data dan LAPOR! boleh hubungi saya ya 😀 semoga sharing ini bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s